_
Pulau Kembang juga layak untuk Anda coba kunjungi setelah dari pasar terapung. Sebenarnya tidak bisa disebut sebuah Pulau, karena bukan tertelak di laut. Pulau Kembang adalah sebuah daratan atau delta di tengah sungai Barito. Pulau Kembang – Banjarmasin, masuk ke dalam wilayah Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Propinsi Kalimantan Selatan. Mengapa disebut Pulau, karena luasnya yang lumayan besar dan di atasnya terdapat sebuah hutan wisata seluas lebih dari 50 hektar.

Di Pulau Kembang, kita bisa menjumpai banyak monyet . Monyet-monyet yang jumlahnya ratusan di Pulau Kembang adalah monyet yang jinak, karena mereka terbiasa diberi makan oleh pengunjung yang datang berupa kacang. Kacang itu bisa dibeli di tempat wisata, dan banyak penjual yang menyediakannya.

Salah satu kekhasan Pulau Kembang adalah adanya kuil yang ada di dalam hutan wisata. Kuil ini bentuknya mirip dengan pendopo, dan digunakan sebagai tempat untuk berdoa bagi beberapa warga sekitar Banjarmasin. Memiliki dua buah arca di depan altar yang berbentuk Hanoman. Warga keturunan China berdoa di kuil, dan mempercayai bahwa memberi makan monyet akan mendatangkan berkah dan keberuntungan.

Adapun pemberian nama Pulau Kembang sendiri berasal dari kebiasaan warga setempat yang membawa bunga-bunga sebagai sesaji menuju Pulau ini. Cerita dari penjaga kuil menyebutkan bahwa pulau ini terbentuk dari sebuah kapal Inggris yang hancur dan bangkainya membentuk pulau.

Monyet-monyet yang jumlahnya ratusan di Pulau Kembang adalah monyet yang jinak, karena mereka terbiasa diberi makan oleh pengunjung yang datang berupa kacang. Kacang itu bisa dibeli di tempat wisata, dan banyak penjual yang menyediakannya.Jangan kaget nantinya saat perahu mau mendarat ke pulau kembang, para monyet akan ;menyambut' anda duluan dengan langsung berenang ke perahu anda ! Selamat berwisata...
 
 
Pasar Terapung Muara Kuin adalah pasar tradisional yang berada di mulut sungai Barito Kuin Banjarmasin, Kalimantan Selatan.(tidak jauh dari makam Sultan Suriansyah dan Khatib Dayan ). Para pedagang dan pembeli menggunakan perahu, jukung dalam bahasa Banjar. Pasar ini dimulai setelah sholat subuh sampai 07:00 pagi. Matahari terbit di cahaya yang dipantulkan antara transaksi dan kebun sayur desa di sepanjang sungai Barito dan anak-anak sungainya.

Dengan maksud untuk menonton atau ikut menumpang jukung , seolah-olah kita tamasya bahkan bisa sarapan pagi diatas jukung. Jukung dengan sayuran sarat barang dagangan, buah-buahan, segala jenis ikan dan berbagai kebutuhan rumah tangga serta aneka makanan, minuman dan kue tersedia di pasar terapung. Anda akan merasakan 'sensasi' tersendiri saat menikmati sarapan pagi disertai 'goyangan' ombak sungai Barito diatas jukung kita. Ketika matahari mulai memudar pasar mulai mundur, para pedagang mulai meninggalkan pasar terapung membawa hasil dengan kepuasan.

Suasana pasar terapung yang unik dan khas berdesak-desakan antara pembeli perahu kecil dan besar dan penjual untuk menemukan satu sama lain selalu berkeliaran ke sana kemari, dan selalu memainkan gelombang gulungan ombak sungai Barito. Pasar terapung tidak memiliki organisasi seperti di pasar di daratan, sehingga tidak tercatat berapa banyak pedagang dan pengunjung pedagang bersarkan atau distribusi barang dagangan.

Keistemewaan pasar terapung ini yaitu masih umumnya di kalangan pedagang barter transaksi berperahu, yang dalam bahasa Banjar disebut bapanduk, sesuatu yang unik dan langka.
 

    Author

    bagi anda yang ingin menikmati wisata banjarmasin lainnya , berikut artikel tambahan spesial untuk anda

    Archives

    March 2012

    Categories

    All
    Pasar Terapung
    Pulau Kembang

    RSS Feed